Pudar Realita dalam Gejolak Kapitalisasi Media Sosial

Media sosial, suatu istilah yang tidak lagi asing di telinga pada era modern ini. Media sosial telah berkembang menjadi sesuatu yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Segala kegiatan manusia sekarang sudah terhubung dan saling terpengaruh dengan dunia maya. Hobi, aktivitas, rutinitas, interaksi, bekerja, transaksi, hingga mencari informasi hampir selalu dapat dilakukan melalui media sosial. Batas realita dan dunia maya masyarakat saat ini telah terbiaskan oleh pesona media sosial sebagai medium penyambung komunikasi antar manusia yang terasa efektif tanpa terlalu perlu mengkhawatirkan kondisi “waktu” dan “jarak”. Mungkin pesan ini coba disampaikan oleh Jose van Dijck pada pengantar bab pertamanya dalam The Culture of Connectivity: A Critical History of Social Media (2013). Judul bagian pertama dari buku ini adalah “Engineering Sociality in a Culture of Connectivity”, sebagai inisiasi pembahasan mengenai kultural historis dari kemunculan media sosial.